Menikah :
CHRIST (Ish)
dengan
MONT (Ether)
|
Krisis Moneter, sebuah kenangan ....
Saat yang menyedihkan.
Lebih-lebih kalau saja Allah SWT tidak memperkenankan saya menjadi saksi kenyataan itu.
Mungkin baru kali ini
judul sebuah tulisan merupakan bagian dari sebuah undangan atau pemberitahuan
tentang pernikahan sepasang merpati. Boleh jadi untuk pertama kali pula ada
pernikahan yang lebih sepektakuler dari pada pernikahan Charles-Diana yang
super dahsyat itu. Dan tidak akan pernah terjadi bagi Raja-Ratu Sehari yang
lain adalah nikmat pernikahannya bukan hanya diperbolehkan menjadi buah bibir
yang suka mencibir tetapi juga kenikmatannya boleh dinikmati kalau tidak
dibilang harus dirasakan oleh semua orang.
Begitu mahalnya harga
sebuah pesta pernikahan, sampai-sampai menimbulkan efek yang menyebabkan harga
barang berpindah. Sabun colek yang sebenarnya tercolek sedikit dalam pesta itu
karena dibutuhkan untuk cuci piring hijrah memakai ke tangga Rinso yang entah
akhirnya harus melejit ke barisan yang lebih tinggi. Kiwi pindah lokasi
ternyata bukan hanya terjadi di Chilie sebagai peristiwa tahunan tetapi harus
tiba-tiba mengepakan sayapnya yang tidak pernah untuk terbang karena mungkin
sudah sangat tidak betah harus memoles-moles alas kaki, tanpa balas kasih
seorang ibu maka kaleng yang tidak jarang menjadi ”ibu-ibu” bagi tangis rengek
balita pun berdenteng-denteng melantunkan irama turut meramaikan pesta
pernikahan Christ dan Month. Barang-barang Pramuniaga berinisiatif bertanya, ”
Nyari apa sich, Bang?” Bukankah menjadikan orang kreatif suatu hal yang baik?
Sebagai orang awam,
bisa saja terima alasan kalau semua ini terjadi disebabkan oleh pernikahan
keduanya yang keberat-beratan sehingga kurs dollarnya The Six Million Dollar
Man naik daun. Terutama untuk barang-barang import atau bahan bakunya harus
didatangkan dari manca negara yang notebennya harus dibayar dengan mata uang
Oom Clinton. Tetapi juga ada yang tidak bisa diterima akal sehatnya Bimoli
sekalipun, harga seikat bayam saja tiba-tiba menjadi seiris paha ayam, harga
kangkung tiba-tiba bergelayutan di leher kaya kalung. Atau kita tiba-tiba jadi
linglung demi untung memenfaatkan suasana yang seharusnya kita tidak bingung.
Sehingga produk lokal
yang jelas-jelas tumbuh berkembang di tanah warisan leluhur ini, dipelihara
oleh tenaga ahli yang sama sekali tidak pernah tahu bau sabun import sekalipun,
disuburkan oleh pupuk yang bukan hanya produk dalam negeri tetapi juga berasal
dari diri sendiri, eh dengan alasan krismon ikut-ikutan pindah harga.
Sementara lidah
masyarakat semakin fasih mengucapkan ”krismon”, terbentuknya kabinet
pembangunan VII yang dimotori oleh Presiden dan BJ Habibie sebagai wakilnya
merupakan titik cerah yang sepenuhnya haus didukung oleh segala lapisan
masyarakat. Tidak ikut-ikutan mencari ikan di limbah pabrik kimia kecuali kalau
ingin mati karena kalau makan ikan yang keracunan ataupun mampus sebelum dapat
ikan.
Kalau melihat
aksi-aksi mahasiswa di ”dunianya” yang semakin semarak, karena dalam dunia
mereka semua bisa dengan mudah dapat diatur seperti membalikkan telapak tangan.
Hanya satu hal yang sangat sulit dilakukan mahasiswa dalam menjelajahi
kehidupannya, yaitu memikirkan studi dan masa depannya sendiri! Padahal itulah
perasan keringat orang tuamereka, mereka memasukkan mereka ke bangku
perkuliahan yan tidak murah. Fatalnya pemikiran seperti itu mukin belum ada di
dunianya.
Ketegaran dan
ketenangan masyarakat dalam menghadapi cobaan dari Yang Maha Kuasa ini akan
melapangkan setiap jalan dari segala usaha yang dilakukan Pemerintah. Semua
kita percayakan kepada mereka membidani dampak pernikahan Christ dan Month ini.
Kebijakan Pemerintah
untuk menikan suku bunga Sertifikasi Bank Indonesia (SBI) hingga 45 persen
untuk waktu satu bulan yang mau tak mau mencongkel bunga deposito bank-bank
hingga melambung tinggi mencapai 67.5 persen merupakan usaha untuk menyiasati
pernikahan sejoli yang tidak dikehendaki di atas, yang seharusnya mendapat
dukungan plus memanfaatkannya (kalau punya rupia berlebih tentunya).
Setidak-tidaknya tidak iktan sikap Kurt Schuler dengan pengalaman Schulernya
bersama CBS alias Dewan Mata Uang untuk menjadi Dewan Penyelamat Uang bagi
beberapa negara.
Sebagai bagian akhir
dari tulisan ini tidak da salahnya kalau penulis berpesan agar Christ dan Month
yang memaksakan diri menikah untuk segera berpisah setidaknya pisah ranjang
yang akhirnya cepat bercerai atau:
Hai
Month dan Christ
Kalian
bikin kami harus makin irit
Padahal
kehidupan sudah sedemikian pahit
Atau
kalian puas melihat kami semakin pelit
Jangan
bikin kami semakin sulit
Berpisahlah
walau sakit
Segeralah
pergi walau ke lanit
Atau....Kami
usir kau hingga terbelit-belit!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar